Penguasa mataram sering melakukan penyerangan kedaerah islam, seperti surabaya karena Merupaakan upaya perluasan wilayah kerajaan mataram islam

Penguasa mataram sering melakukan penyerangan kedaerah islam, seperti surabaya karena

Dalam artikel ini akan membahas dan memberikan jawaban soal penguasa mataram sering melakukan penyerangan kedaerah islam, seperti surabaya karena

 

Berikut ini pembahasan dan jawaban yang bisa kamu jadikan sebagai referensi.

 

Daftar Isi

Soal

Penguasa mataram sering melakukan penyerangan kedaerah islam, seperti surabaya karena

A. Di adu domba oleh pihak ke 3

B. Kesalah pahaman antara kedua belah pihak

C. Perbedaan pemahaman islam antara kerajaan mataram dan daerah pesisir

D. Merupaakan upaya perluasan wilayah kerajaan mataram islam

 

✅ Jawaban Terverifikasi Ahli

Jawaban

Penguasa mataram sering melakukan penyerangan kedaerah islam, seperti surabaya karena Merupaakan upaya perluasan wilayah kerajaan mataram islam (jawaban D)

 

Pembahasan

Penaklukan Mataram atas Surabaya atau Perang Mataram-Surabaya adalah kampanye militer yang dilakukan oleh Kesultanan Mataram pada awal abad ke-17 yang menghasilkan penaklukan Kadipaten Surabaya dan sekutunya di Jawa Timur (sekarang bagian dari Indonesia).

 

Sebelum penaklukan ini, Mataram dan Surabaya merupakan dua kerajaan yang bersaing memperebutkan kekuasaan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

 

Perang ini dimulai pada tahun 1614 ketika Mataram yang dipimpin oleh Sultan Agung menyerang sekutu Surabaya, termasuk Wirasaba. Surabaya dan sekutunya melakukan serangan balik tetapi dikalahkan di dekat Pajang pada tahun 1616.

 

Selama beberapa tahun berikutnya, Mataram secara bertahap ditaklukkan oleh anggota Aliansi Surabaya, dan pada tahun 1620 kota Surabaya sendiri dikepung, yang berlangsung hingga penyerahannya pada tahun 1625.

 

Dengan penaklukan ini, Mataram menyatukan Jawa Tengah dan Jawa Timur di bawah kekuasaannya, dan memantapkan posisinya sebagai kekuatan dominan di Jawa.

 

Surabaya dan daerah sekitarnya yang ditaklukkan tetap berada di tangan Mataram sampai diserahkan kepada Perusahaan Hindia Timur Belanda pada tahun 1743.

Check Also

Menurut Ki Hadjar Dewantara, salah satu hasil dari tuntunan orang dewasa terhadap kekuatan-kekuatan yang dimiliki murid adalah Akal Budi yang Berkembang

Menurut Ki Hadjar Dewantara, salah satu hasil dari tuntunan orang dewasa terhadap kekuatan-kekuatan yang dimiliki murid adalah

Pada artikel kali ini, akan membahas jawaban untuk sebuah pertanyaan yang berbunyi menurut Ki Hajar …