Bahasa yang digunakan dalam penulisan laporan pengamatan adalah

Bahasa yang digunakan dalam penulisan laporan pengamatan adalah

Kunci jawaban soal salah bahasa yang digunakan dalam penulisan laporan pengamatan adalah

 

✅ Jawaban Terverifikasi Ahli

Jawaban

Bahasa yang digunakan dalam penulisan laporan pengamatan adalah baku dan jelas.

 

Pembahasan

Pengertian Kata Baku

Kata baku adalah kata yang sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang telah ditetapkan.

 

Dalam konteks bahasa Indonesia, kata baku adalah kata yang sesuai tata bahasa Indonesia dan ejaannya sesuai dengan yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

 

Pada dasarnya, kata baku adalah kata yang sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) dan KBBI.

 

Bagaimana cara membuat laporan observasi

Berikut langkah-langkah yang harus dilakukan oleh auditor dalam menyusun laporannya:

  1. Membuat Judul

Tahap pertama dalam menulis laporan observasi, yaitu Membuat Judul yang secara umum menggambarkan observasi yang dilakukan.

Menurut Ade Wahyuni ​​Izhar dalam bukunya Menulis Laporan Penelitian Untuk Pemula, judul laporan biasanya diputuskan setelah pengamat atau peneliti menentukan apa yang harus diperhatikan.

 

  1. Menuliskan Pendahuluan

Pada bagian ini, observer harus menjelaskan latar belakang observasi. Pendahuluan ini hendaknya ditulis secara sistematis dan faktual atau sesuai dengan yang ada di lapangan. Tidak hanya itu, pada bagian ini observer juga dituntut untuk menjelaskan metode yang akan digunakan.

 

Beberapa hal yang harus dimasukkan dalam bagian pendahuluan adalah:

  • Latar Belakang. Pengamat harus menjelaskan mengapa subjek observasi dipilih dan mengapa subjek harus penting dan menarik untuk diamati.
  • Identifikasi masalah. Pada bagian ini, pengamat harus menuliskan beberapa poin masalah penting yang akan diamati atau diteliti.
  • Tujuan pengamatan. Secara sederhana, pada bagian ini pengamat dapat menuliskan tujuan apa saja yang dapat dicapai melalui pengamatan ini.
  • Manfaat atau kegunaan pengamatan. Tidak hanya menuliskan tujuan, pengamat juga harus mencantumkan manfaat apa saja yang bisa diperoleh dari hasil observasi yang dilakukan. Tidak ada keuntungan pribadi, atau secara umum.
  • Kerangka pemikiran. Pada bagian ini, observer akan menjelaskan alur pemikiran atau logika dari observasi yang akan dilakukan. Biasanya bagian ini disajikan dalam bentuk flowchart.
  • Bagian ini biasanya menjelaskan jenis dan metode atau metode yang dipilih oleh pengamat untuk melakukan observasi. Alasan memilih metode juga harus disertakan dalam catatan di bagian ini
  • Lokasi dan waktu pengamatan. Bagian ini dimaksudkan untuk menginformasikan kapan dan di mana pengamatan atau penelitian dilakukan.
Baca Juga  Alasan bahasa menjadi kunci kebudayaan adalah

 

  1. Menulis Isi Penelitian

Bagian isi merupakan bagian utama laporan yang berkaitan dengan hasil observasi yang dilakukan. Menurut dr. Irfan Al-Din dalam bukunya yang berjudul “Systematic Approaches to the Practice of Research” setidaknya ada dua argumentasi yang dapat dilontarkan para pengamat pada bagian ini, yaitu:

  • Hasil pemantauan. Secara langsung dan langsung, pengamat dapat menjelaskan hasil pengamatannya. Bagian ini harus disusun secara sistematis dan logis.
  • Pada bagian ini, observer diminta untuk mempresentasikan hasil analisis dari observasi yang dilakukan. Selain itu, kekuatan dan kelemahan catatan juga tercantum di bagian ini.

 

  1. Buat bagian penutup

Ada dua bagian yang harus dimasukkan dalam bagian penutup, yaitu:

  • Kemudian hasil observasi yang dilakukan dirangkum dan disimpulkan.
  • Pengamat biasanya memberi saran kepada beberapa pihak atau instansi terkait yang relevan dengan pokok bahasan yang diamati.